evilton:

TIL Natsuki Hanae (Tanjirou’s voice actor) plays Monster Hunter with the Long Sword and yells his breathing techniques, and I needed to share this.

3,208 notes 

genjichu:

Jujutsu Kaisen - Gojou Satoru, the most powerful being in the world. Look how they all admire and respect him 🤣

2,807 notes 

kinbari14:

HOW IS NO ONE TAKING ABOUT HOW FLAWLESS THIS MOMENT WAS?!

1,490 notes 

soupl2:

I’m starting to love this character 🤨🤚🏾

142 notes 

emiria:

please watch this

2,079 notes 

Yang ke 2 Terberat Dalam Hidup Q.

Semakin hari dada q semakin sesak, jikalau aku mengingat dan melihat semuanya. Yang kurasa selalu hanya aku yang kurang beruntung di dunia ini. Apa aku terlalu optimis dengan angan-anganku? Apa aku hanya terlalu berharap dengan angan-anganku agar semua bisa terjadi? Apa itu egois yang kupunya?

Satu persatu orang terdekat ku telah pergi meninggalkan q. Apa salah ku? Apa aku kurang baik pada mereka? Apa aku kurang memperhatikan mereka satu persatu? Apa aku bukan pendengar baik bagi mereka? Ataukah mereka hanya perpura-pura baik dengan q? Apa aku kurang peka? Apa aku terlalu membosankan? Apa aku hanya mudah di manfaatkan orang lain?

Aku selalu memikirkan setiap titik tindakan q. Aku selalu takut setiap tindakan ku terdapat kesalahan, sehingga membuat orang menjauh atau tidak menyukai ku lagi. Hilang ketertarikan pada q lagi. Aku selalu berusaha untuk menjadi orang yg ramah, menjadi org yg di senangi orang lain agar mereka mau berteman dengan q lagi.

Aku hanya butuh TEMAN yang mau menerima ku apa adanya dan setelah tau aku apa adanya dan tau siapa aku yang sebenarnya, mereka TIDAK MENINGGALKAN KU begitu saja. Bahkan tanpa berkata salah q apa kepada ku, mereka langsung pergi meninggalkan ku dan LUPA pada q.

Itukah sifat mereka yang sebenarnya? Mereka bisa jahat kepada orang lain, sedangkan orang lain berusaha mati-matian untuk selalu bersikap baik pada mereka. Apakah SEMUA ORANG seperti itu sekarang? Aku rasa TIDAK, aku punya orang tua dan keluarga ku yang masih tulus bersahabat dengan q.❤👨‍👩‍👧‍👦

Aku tidak tau rasa berteman yang REAL sekarang seperti apa ? Seseorang yg dekat dengan ku saja pergi meninggalkan q begitu saja , apa lagi TEMAN. SAHABAT, apa itu?

Apa hanya aku saja yang selalu perduli kepada orang terdekat q? Apa hanya aku saja yg harus menghubungi mereka duluan hanya sekedar ingin tau tentang kabar mereka? Apa mereka tidak memperdulikan aku sama sekali? Tapi bagi q tidak apa-apa, itu hak mereka. Hanya saja q selalu merasakan sakit hati di perlakukan seperti itu. Apa mereka tidak menyadarinya? Apa aku type orang yg terlalu perasa?

1 note 

bebek-buruk-rupa:

What I Feel…

Jadi, kemarin aku nyampah di WA story, nge-twit banyak banget di twitter, nge-story di IG tentang persoalan pemblokiran Tumblr.

Lalu, ada beberapa orang yang balasin cuitan aku tentang pemblokiran tumblr tersebut. Kalimatnya emang biasa aja, tapi kok aku rasanya sedih ya.

“Alay banget. Tumblr doang.”

“Sepenting apa sih tumblr itu?”

“Tumblr itu bukannya lampu hias itu bukan?”

“Bosan aku ngeliatin bahasan kamu tumblr melulu.”

Dan komentar-komentar lainnya yang menyakitkan bagiku sebagai pengguna Tumblr.

Aku memang bukan penulis handal, bukan motivator hebat, bukan seseorang yang bisa menggerakkan orang lain dari tulisanku, bukan juga yang isi tumblrnya bermanfaat.

Tapi, bagiku, Tumblr adalah salah satu tempat aku menjadi apa yang aku mau. Tumblr seperti tempat untukku menerima keadaan diriku. Tumblr seperti rumah yang aman, sedang penghuninya serupa pelukan yang senantiasa menyambut dan menerima apapun yang terjadi pada diriku. Tumblr tempatku bersembunyi paling aman.

Sebagi kebutuhan pribadi, isi tumblrku adalah tumpahan emosi, bahagia, sedih, kecemasan, ketakutan, kehampaan, kesepian, juga pembelajaran.

Ketika aku sedih, cemas, kesepian, takut; ketika aku berada pada fase seperti itu maka aku akan menuliskannya di Tumblr. Dan ada beberapa hal yang tidak akan pernah aku dapatkan dari media sosial lainnya. Aku menuliskan kesedihan di tumblr, maka aku akan mendapatkan pelukan dari jauh, doa tulus, juga teman yang berbagi rasa yang sama. Aku pikir, hal seperti itu tidak akan aku dapatkan di media sosial berlogo F. Ketika aku menuliskan kesedihan di F, feedback yang aku terima hanyalah tertawaan, rasa kasihan yang mengejek, dan pandangan rendah. Aku tidak tahu mengapa orang-orang bisa sangat berbeda, padahal pada kenyataannya, media sosial F, mayoritasnya adalah teman dunia nyata, di mana mereka yang lebih paham kesedihan dan rasa sakitku tapi entah mengapa mereka yang lebih kurang berempati. Bukan berarti aku ingin dikasihani.

Dan juga, aku menulis di tumblr, sebagai bukti, kelak nanti aku akan tahu sejauh mana aku bertumbuh.

Sebagai kebutuhan umum, apa yang aku ikuti di tumblr adalah murni pembelajaran dan teknologi pengumpul informasi. Beberapa akun tumblr isinya akan sangat bermanfaat, sebagai motivator, sebagai pemberi ilmu, sebagai media pemberi informasi seperti beasiswa, atau info charity, dan masih banyak lagi, lebih bayak dari konten pornografi. Dan yang terpenting, adalah aku bisa membaca kisah hidup orang lain, lalu memahaminya, lalu memberikan kekuatan tersendiri, karena ada beberapa kisah yang ketika aku membacanya, aku secara spontan berkata pada diri sendiri “Ahh, aku tidak akan menyerah.” Karena tidak hanya aku yang memiliki kesulitan.

Aku akhirnya mengerti, bahwa yang merasa kehilangan adalah yang merasa memiliki. Aku sedih saat tahu tumblr diblokir karena aku merasa memiliki kehidupan di media sosial ini. Aku memiliki keluarga besar di sini. Aku memiliki banyak guru di sini, aku memiliki teman-teman baik di sini, oleh karena itu aku merasa sedih, aku takut kehilangan, aku takut ditinggalkan oleh kebaikan.

Mereka yang berkomentar kasar seperti itu, aku paham bahwa itu semua karena mereka tidak merasa memiliki seperti aku. Aku tidak akan menyalahkan mereka. Hanya saja, aku bilang ke mereka,

“Jika hatimu sakit, jika kau sedih, jika kau cemas, atau bahkan jika kau merasa bodoh, jika kuotamu banyak, downloadlah tumblr, buat akun, aku akan memberikanmu beberapa user yang ku hormati, lalu sempatkanlah waktu luangmu untuk membaca beberapa postingan dari mereka. Aku yakin, kau akan paham mengapa aku bersedih saat tumblr diblokir.”

Aku tidak tahu apa langkah ke depannya dari KEMENKOMINFO mengenai persoalan pemblokiran Tumblr yang banyak dikeluhkan ini, aku hanya berharap orang-orang itu bersedia mengembalikan rumahku.

(Aku hanya heran, orang dari kemenkominfo nge-search dari 2016 sampai 2018 masa iya stuck di konten pornografi doang? Positif mind, akan berakhir pada history search yang positif juga, kan?

Peluk kuat,

Bebek buruk rupa :“

144 notes